Showing posts with label food war. Show all posts
Showing posts with label food war. Show all posts

Tuesday, October 21, 2014

Apa saja perang makanan dan minuman paling terkenal?


Dimana saja festival perang makanan/ minuman yang terkenal di dunia?


Perang disini bukan berarti saling menyakiti, tetapi untuk merayakan hari besar dan mengucapkan rasa syukur, berikut beberapa festival perang makanan di dunia, kita awali dari negeri sendiri Indonesia.


1. Perang Topat ( Perang Ketupat) - Lombok, Indonesia

Perang topat adalah sebuah acara adat yang diadakan di Pura Lingsar, Lombok. Perang ini merupakan simbol perdamaian antara umat Muslim dan Hindu di Lombok. Acara ini dilakukan pada sore hari, setiap bulan purnama ke tujuh dalam penanggalan Suku Sasak. Sore hari yang merupakan puncak acara yang dilakukan setelah salat ashar atau dalam bahasa Sasak “rarak kembang waru” (gugur bunga waru) Tanda itu dipakai oleh orang tua dulu untuk mengetahui waktu salat Ashar.. Ribuan umat Hindu dan Muslim memenuhi Pura Lingsar, dua komunitas umat beda kepercayaan ini menggelar prosesi upacara Puja Wali, sebagai ungkapan atas puji syukur limpahan berkah dari sang pencipta.
'perang' yang dimaksud dilakukan dengan saling melempar ketupat di antara masyarakat muslim dengan masyarakat hindu. Ketupat yang telah digunakan untuk berperang seringkali diperebutkan, karena dipercaya bisa membawa kesuburan bagi tanaman agar hasil panennya bisa maksimal. Kepercayaan ini sudah berlangsung ratusan tahun, dan masih terus dijalankan. 
(sumber: wikipedia)


Persiapan Sebelum Perang Topat
Situasi Saat Perang Topat
Mengambil Sisa Amunisi

Anda tertarik ikuta Perang Topat tahun ini?  Masih ada waktu untuk mempersiapkannya, tahun ini Perang Topat dilaksanakan 10 Desember 2014, untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi : Mataram Tourist office (+62 370 632723).


2. La Tomatina (Perang Tomat) - Bunol, Spanyol

Festival Tomatina diselenggarakan setiap tahun di Bunol. Sebuah daerah subur yang jaraknya sekitar 40 kilometer ke arah utara dari kota Valencia. Kota Valencia merupakan kota terbesar ketiga di Spanyol. 

Sejarah perang tomat ini dimulai pertengahan tahun 40an, oleh sekelompok orang yang ingin meramaikan festival lokal dengan melempar tomat tetapi orang-orang tersebut ditahan polisi, tepat setahun berikutnya orang-orang tersebut melakukannya lagi dan mereka ditahan kembali, akhirnya orang-orang meminta polisi membebaskan mereka dan festival berikutnya menjadi semakin besar, La Tomatina pernah dilarang pada masa pemerintahan diktator Spanyol Franco dan baru di lakukan kembali setelah diktator tersebut meninggal tahun 1975. 

Lebih dari 35 tahun La Tamatina menjadi semakin besar dan menjadi festival seminggu yang berakhir pada hari Rabu terakhir bulan Agustus dengan puncak perang tomat. La Tomatina pada tahun ini diselenggarakan pada Rabu (29/8/2012).


Berenang dalam tomat

Berikut aturan yang harus di patuhi oleh setiap peserta:
  • Tomat harus di pecahkan sebelum dilemparkan untuk menghindari terluka.
  • Tidak boleh menggunakan benda lain selain tomat untuk dilempar.
  • Peserta harus memberi jalan untuk truk dan lori.
  • Peserta dilarang menyobek pakaian.
  • Setelah ada peringatan kedua untuk menghentikan perang tomat, tidak boleh ada tomat dilemparkan.
Berendam tomat
Berikut web resmi yang bisa dihubungi apabila anda tertarik untuk perang ikut La Tomatina 2015


Gulat tomat
Berikut video serunya La Tomatina



3. Battaglia delle Arance/ The Battle of The Orange  (Perang Jeruk) - Ivrea, Italy



Festival bernama Battaglia delle Arance yang diadakan setiap pertengahan Februari ini berlamgsung selama tiga hari di kota kecil bernama Ivrea. Untuk merayakannya, mereka membawa 57.000 krat atau 400 ton jeruk dari daerah utara Italia. 

Perayaan ini bermula pada abad 12 dan 13 pada saat bangsawan tiran dari keluarga Ranieri berkuasa, pada saati itu seorang bangsawan tiran tersebut memperkosa seorang wanita pada malam sebelum pernikahannya, nama wanita itu Violetta, dia tidak terima diperlakukan seperti itu mengumpulkan rakyat dan melawan bangsawan tersebut dengan membakar istananya. Sejak saat itu setiap tahun diadakan festival untuk memperingati Violetta, pada awalnya saling melemparkan biji-bijian, lalu apel dan pada abad 19 jeruk menjadi simbol batu yang di lemparkan ke istana raja. Asal mula menggunakan jeruk tidak ada yang tahu dengan jelas karena jeruk tidak di tanam di daerah tersebut dan harus di kirim dari Sisilia.

Perang Jeruk
Aturan mainnya adalah masing-masing tim harus menggunakan seragam yang berbeda. Pemain yang menggunakan pakaian penjaga melempar jeruk dari atas kereta. Sementara itu, sembilan tim rakyat biasa melemparnya balik. Pemenang dari perang jeruk ini diputuskan oleh juri berdasarkan teknik melempar, kostum, serta ketepatan mereka saat melempar jeruk.
Meski perang jeruk ini tidak berbahaya, tapi panitia acara tetap menyediakan tenda perawatan. Selain itu, dibutuhkan sekitar 100 orang petugas untuk membersihkan bekas jeruk yang lengket di jalanan kota.


Sehabis Perang Jeruk

4. Batalla del Vino/ Wine Throwing Fight (Perang Wine) - Haro - Spanyol

Batalla del Vino atau Perang Wine adalah hal yang rutin terjadi setiap tahun di kota kecil Haro, La Rioja, Spanyol. Haro sendiri adalah salah satu daerah utama di Spanyol yang menghasilkan anggur. Tak heran jika festival unik ini berlangsung di sana.